TradingView telah menjadi platform charting paling populer di dunia, dengan lebih dari 60 juta pengguna di seluruh dunia. Perpustakaan indikatornya yang luas โ baik yang bawaan maupun buatan komunitas โ memberikan trader alat yang kuat untuk menganalisis pasar mana pun. Namun, dengan ribuan indikator yang tersedia, memilih yang tepat bisa sangat membingungkan.
Dalam panduan ini, kami merangking 15 indikator TradingView teratas untuk 2025, menjelaskan cara menggunakan masing-masing, dan menunjukkan kombinasi mana yang menghasilkan hasil terbaik.
Bagaimana Kami Merangking Indikator-Indikator Ini
Peringkat kami didasarkan pada:
- Akurasi: Seberapa andal indikator menghasilkan sinyal yang menguntungkan?
- Kemampuan Serbaguna: Apakah berfungsi di berbagai pasar dan kerangka waktu?
- Komplementaritas: Seberapa baik ia bekerja dengan indikator lain?
- Kemudahan Penggunaan: Apakah mudah dipahami dan diterapkan?
- Validasi Komunitas: Seberapa tinggi peringkatnya dari komunitas TradingView?
15 Indikator TradingView Teratas
1. Indikator AI Cerdas FibAlgo
Pilihan teratas untuk 2025 adalah indikator AI Cerdas FibAlgo. Berbeda dengan indikator tradisional yang menggunakan rumus matematika tetap, indikator FibAlgo menggunakan pembelajaran mesin untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah.
Fitur Utama:- Deteksi tren real-time di berbagai kerangka waktu
- Integrasi Konsep Uang Pintar (order blocks, FVGs, zona likuiditas)
- Deteksi konfluensi Fibonacci dengan analisis berbasis AI
- Sinyal non-repainting dengan skor probabilitas
- Berfungsi pada crypto, forex, saham, dan komoditas
- Gunakan pengaturan default untuk sebagian besar pasar
- Tingkatkan sensitivitas untuk scalping pada kerangka waktu lebih rendah
- Kurangi sensitivitas untuk swing trading pada kerangka waktu lebih tinggi
2. Volume Profile (VPVR)
Volume Profile menunjukkan aktivitas trading pada setiap level harga, bukan setiap periode waktu. "Volume horizontal" ini mengungkapkan di mana pembelian dan penjualan paling signifikan terjadi.
Cara Menggunakan:- Identifikasi Point of Control (POC) โ harga dengan volume tertinggi
- Gunakan Value Area High dan Low sebagai support/resistance dinamis
- Cari area volume rendah (gap) di mana harga bergerak cepat
- Gabungkan dengan level Fibonacci untuk konfluensi yang kuat
- Row Size: 200
- Value Area: 70%
- Display: Histogram + POC + VA
3. SuperTrend
SuperTrend adalah indikator pengikut tren yang memplot level support/resistance dinamis pada chart. Ini adalah salah satu indikator tren yang paling bersih dan mudah dibaca yang tersedia.
Cara Menggunakan:- Ketika harga di atas garis SuperTrend (hijau), tren bersifat bullish
- Ketika harga di bawah garis SuperTrend (merah), tren bersifat bearish
- Gunakan perubahan warna sebagai sinyal masuk/keluar
- Gabungkan dengan volume untuk konfirmasi
- Period: 10
- Multiplier: 3.0
- Untuk scalping: Period 7, Multiplier 2.0
4. RSI (Relative Strength Index)
RSI tetap menjadi salah satu indikator paling berharga untuk mengidentifikasi kondisi jenuh beli/jual dan divergensi momentum.
Teknik RSI Lanjutan:- Divergensi RSI: Harga membuat high baru sementara RSI membuat high lebih rendah = divergensi bearish
- Pergeseran Rentang RSI: Dalam tren naik kuat, RSI berosilasi antara 40-80; dalam tren turun, antara 20-60
- Support/Resistance RSI: Gambar garis tren pada RSI itu sendiri untuk sinyal breakout awal
- Standar: periode 14
- Untuk scalping crypto: periode 7
- Untuk swing trading: periode 21
5. VWAP (Volume Weighted Average Price)
VWAP menunjukkan harga rata-rata tertimbang volume. Trader institusional menggunakannya secara ekstensif sebagai tolok ukur untuk eksekusi perdagangan.
Cara Menggunakan:- Harga di atas VWAP = bias bullish; di bawah = bias bearish
- VWAP bertindak sebagai support dinamis dalam tren naik, resistance dalam tren turun
- VWAP berjangkar dari peristiwa signifikan (halving, low/high utama) memberikan level yang kuat
6. Bollinger Bands
Bollinger Bands mengukur volatilitas dan membantu mengidentifikasi kondisi jenuh beli/jual dan potensi breakout.
Strategi Bollinger Band Lanjutan:- Squeeze: Ketika pita menyempit, pergerakan besar akan datang โ trading ke arah breakout
- Walk the Band: Dalam tren kuat, harga bisa "berjalan" di sepanjang pita atas atau bawah
- Double Bottom dengan Bollinger: Double bottom di mana low kedua berada di atas pita bawah adalah sinyal beli yang kuat
- Standar: periode 20, 2 standar deviasi
- Untuk crypto: periode 20, 2.5 standar deviasi (lebih lebar karena volatilitas lebih tinggi)
7. MACD (Moving Average Convergence Divergence)
MACD menunjukkan hubungan antara dua EMA dan sangat baik untuk mengidentifikasi perubahan tren dan pergeseran momentum.
Sinyal Utama:- Persilangan garis sinyal: MACD melintasi di atas garis sinyal = bullish
- Persilangan garis nol: MACD melintasi di atas nol = konfirmasi tren
- Ekspansi histogram: Batang histogram yang membesar = momentum yang meningkat
- Divergensi: Sinyal MACD paling kuat โ harga menyimpang dari MACD
- Standar: 12, 26, 9
- Untuk sinyal lebih cepat: 8, 21, 5
8. Ichimoku Cloud
Ichimoku memberikan pandangan komprehensif tentang support, resistance, arah tren, momentum, dan level masa depan dalam satu indikator.
Komponen:- Tenkan-sen (Conversion Line): Tren jangka pendek
- Kijun-sen (Base Line): Tren jangka menengah; sangat baik untuk penempatan stop loss
- Senkou Span A & B (Cloud): Support/resistance masa depan
- Chikou Span (Lagging Span): Konfirmasi arah tren
- Standar: 9, 26, 52
- Dioptimalkan untuk crypto: 10, 30, 60 (menyesuaikan untuk pasar 24/7)
9. Alat Fibonacci Retracement
Alat Fibonacci bawaan TradingView sangat penting bagi setiap trader yang menggunakan level retracement dan ekstensi.
Tips Pro:- Gambar dari swing low ke swing high dalam tren naik (dan sebaliknya)
- Fokus pada level 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6%
- Gunakan ekstensi 0.618 sebagai target profit utama Anda
- Gabungkan dengan Konsep Uang Pintar untuk analisis tingkat institusional
10. ATR (Average True Range)
ATR mengukur volatilitas dan sangat penting untuk penentuan ukuran posisi dan penempatan stop loss.
Cara Menggunakan:- Stop loss = Entry ยฑ (2 ร ATR) untuk swing trade
- Perhitungan ukuran posisi: Jumlah Risiko / (ATR ร Pengali)
- ATR tinggi = kurangi ukuran posisi; ATR rendah = tingkatkan ukuran posisi
- ATR squeeze (sangat rendah) sering mendahului pergerakan besar
- Standar: periode 14
- Untuk day trading: periode 7
11. Stochastic RSI
StochRSI menerapkan rumus Stochastic pada nilai RSI, menciptakan indikator momentum yang lebih sensitif.
Cara Menggunakan:- Jenuh beli di atas 80, jenuh jual di bawah 20
- Persilangan di zona ekstrem adalah sinyal terkuat
- Gabungkan dengan arah tren โ hanya ambil sinyal beli dalam tren naik
12. Pita EMA
Sekumpulan EMA (biasanya 8 hingga 21) yang menciptakan "pita" visual yang menunjukkan arah tren dan momentum.
Cara Menggunakan:- Ketika pita melebar ke atas = tren naik kuat
- Ketika pita menyatu = tren kehilangan momentum
- Pullback ke pita dalam tren naik adalah peluang beli
13. On-Balance Volume (OBV)
OBV melacak aliran volume kumulatif, menunjukkan apakah volume mengalir masuk atau keluar dari suatu aset.
Cara Menggunakan:- OBV naik bersama harga = tren naik terkonfirmasi
- Divergensi OBV dari harga = peringatan dini perubahan tren
- Breakout OBV sering mendahului breakout harga
14. Pivot Points
Pivot Points menghitung level support dan resistance kunci berdasarkan high, low, dan close periode sebelumnya.
Terbaik Untuk: Day trading, mengidentifikasi support dan resistance intraday Jenis: Standar, Fibonacci, Camarilla (masing-masing menggunakan metode perhitungan berbeda)15. Market Cipher (Komunitas)
Indikator komunitas populer yang menggabungkan berbagai analisis termasuk gelombang, momentum, dan divergensi.
Cara Menggunakan:- Titik hijau = sinyal beli potensial
- Titik merah = sinyal jual potensial
- Gunakan bersama dengan analisis lain, bukan secara terpisah
Kombinasi Indikator Terbaik
Kombinasi 1: Tren + Momentum + Volume
- SuperTrend (arah tren)
- RSI (momentum dan divergensi)
- Volume Profile (level harga kunci)
Kombinasi 2: Setup Uang Pintar
- Indikator AI FibAlgo (order blocks, FVGs, Fibonacci)
- VWAP (tolok ukur institusional)
- ATR (manajemen risiko berbasis volatilitas)
Kombinasi 3: Setup Scalping
- Pita EMA (deteksi tren cepat)
- Stochastic RSI (ekstrem momentum)
- VWAP (arah intraday)
Kombinasi 4: Setup Swing Trading
- Ichimoku Cloud (pandangan tren komprehensif)
- MACD (momentum dan divergensi)
- Fibonacci Retracement (level masuk dan target)
Tips Optimasi Pengaturan Indikator
- Jangan terlalu mengoptimalkan: Menyesuaikan pengaturan dengan sempurna ke data masa lalu menyebabkan kinerja masa depan yang buruk
- Gunakan pengaturan default dulu: Ada alasan mengapa itu default โ level yang banyak diamati lebih signifikan
- Sesuaikan dengan pasar: Crypto membutuhkan pengaturan sedikit berbeda dari forex atau saham karena volatilitas lebih tinggi
- Uji di berbagai kondisi: Pastikan pengaturan Anda bekerja dalam tren, range, dan kondisi volatil
- Tetap sederhana: Menggunakan 2-3 indikator yang dipahami dengan baik lebih baik daripada menggunakan 10 indikator yang kurang dipahami
Kesalahan TradingView Umum
- Kelebihan indikator: Menggunakan terlalu banyak indikator menciptakan kebingungan dan sinyal yang bertentangan
- Mengabaikan price action: Tidak ada indikator yang lebih penting daripada price action mentah dan pola candlestick
- Tidak memperhitungkan kerangka waktu: Sinyal indikator pada chart 5-menit jauh kurang signifikan daripada pada harian
- Kelelahan alert: Menetapkan terlalu banyak alert menyebabkan mengabaikan yang penting
- Curve fitting: Menyesuaikan pengaturan hingga cocok sempurna dengan kinerja masa lalu (ini tidak akan memprediksi masa depan)
Kesimpulan
Indikator TradingView terbaik untuk 2025 menggabungkan analisis teknis tradisional dengan alat modern berbasis AI. Kuncinya bukan menemukan satu indikator sempurna, tetapi membangun satu set komplementer yang mencakup tren, momentum, volume, dan volatilitas.
Bagi trader yang menginginkan satu solusi komprehensif yang menggabungkan berbagai analisis menjadi satu alat yang kuat, rangkaian indikator AI FibAlgo mengintegrasikan analisis Fibonacci, Konsep Uang Pintar, dan pembelajaran mesin ke dalam sistem yang beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah.
Pelajari lebih lanjut tentang strategi di balik indikator-indikator ini dalam panduan kami tentang analisis teknis, manajemen risiko, dan strategi trading Fibonacci.
