Ikhtisar
Indikator ini mendeteksi dan mengelola ICT (Inner Circle Trader) Fair Value Gaps — ketidakseimbangan harga yang tercipta ketika aliran order institusional yang agresif meninggalkan celah antara tiga candle berturut-turut. Ini mengidentifikasi Bullish FVG (BISI) dan Bearish FVG (SIBI), menggambar garis tengah Consequent Encroachment (CE), mengubah gap yang tidak valid menjadi Inversion FVG (IFVG), mendeteksi zona tumpang tindih Balanced Price Range (BPR), dan memberlakukan batas tampilan per tipe sehingga setiap kategori tetap bersih di chart Anda.
Konsep Kunci
- Fair Value Gap (FVG) — Pola 3-candle di mana body candle tengah begitu besar sehingga meninggalkan celah antara ekstrem candle 1 dan ekstrem candle 3. Celah ini mewakili area di mana harga bergerak begitu cepat sehingga order lawan tidak dapat berpartisipasi — sebuah ketidakseimbangan institusional yang cenderung dikunjungi kembali oleh harga.
- BISI (Buyside Imbalance, Sellside Inefficiency) — Istilah ICT untuk Bullish FVG. Pembelian berlebihan menciptakan celah; penjual tidak dapat mengirimkan secara efisien pada harga-harga tersebut. Bertindak sebagai zona support/permintaan.
- SIBI (Sellside Imbalance, Buyside Inefficiency) — Istilah ICT untuk Bearish FVG. Penjualan berlebihan menciptakan celah; pembeli tidak dapat berpartisipasi pada harga-harga tersebut. Bertindak sebagai zona resistance/penawaran.
- Consequent Encroachment (CE) — Titik tengah 50% dari sebuah Fair Value Gap. ICT mengajarkan bahwa harga sering mencapai CE sebelum berbalik, menjadikannya titik entry yang lebih presisi di dalam celah.
- Inversion FVG (IFVG) — Ketika harga menutup sepenuhnya melewati sebuah FVG, celah berbalik arah. Bullish FVG yang ditembus ke bawah menjadi Bearish IFVG (resistance); Bearish FVG yang ditembus ke atas menjadi Bullish IFVG (support).
- Balanced Price Range (BPR) — Ketika sebuah Bullish FVG dan Bearish FVG tumpang tindih di area harga yang sama, zona tumpang tindih tersebut membentuk BPR — zona reaksi yang sangat kuat di mana baik pembelian maupun penjualan tidak efisien.
Cara Kerja
1. Deteksi FVG Indikator menggunakan pola FVG 3-bar klasik:- Bullish FVG (BISI): Low bar saat ini > high dua bar sebelumnya — celah tertinggal di atas.
- Bearish FVG (SIBI): High bar saat ini < low dua bar sebelumnya — celah tertinggal di bawah.
- Fade — Kotak menjadi lebih transparan dan border berubah menjadi abu-abu, menandakan zona telah disentuh tetapi mungkin masih bertahan.
- Remove — Zona dihapus sepenuhnya dari chart.
- None — Tidak ada perubahan visual; zona tetap aktif.
- Bullish FVG yang ditembus ke bawah → Bearish IFVG (resistance).
- Bearish FVG yang ditembus ke atas → Bullish IFVG (support).
Fitur
- Deteksi FVG 3-Bar Klasik — Setia pada definisi asli ICT: celah antara candle 1 dan candle 3.
- Pelabelan BISI / SIBI — Terminologi ICT yang tepat ditampilkan di dalam setiap kotak (rata kanan).
- Garis Tengah Consequent Encroachment — Garis CE putus-putus di level 50% setiap FVG, target "pengisian ideal" ICT.
- Pelacakan Pemenuhan CE — Respons Fade, Remove, atau None ketika harga mencapai level CE.
- Konversi Inversion FVG — Pembalikan otomatis dari FVG yang gagal menjadi IFVG arah berlawanan dengan diferensiasi visual (border putus-putus, warna berbeda).
- Deteksi Balanced Price Range — Menyoroti zona FVG Bullish + Bearish yang tumpang tindih sebagai area BPR berprobabilitas tinggi.
- Batas Tampilan Per Tipe — Batas independen untuk setiap kategori FVG mencegah chart berantakan sambil menjaga visibilitas seimbang.
- Filter Ukuran dan ATR — Filter opsional untuk menghilangkan celah kecil dan membutuhkan candle tengah tingkat displacement.
- Kustomisasi Warna Lengkap — Warna terpisah untuk Bullish FVG, Bearish FVG, Bullish IFVG, Bearish IFVG, BPR, dan garis CE.
- Sistem Alert — Tiga alert yang dapat dikonfigurasi: FVG Baru, Pemenuhan CE, dan Inversion FVG Baru. Masing-masing mencakup zona harga, simbol, dan timeframe.
Cara Penggunaan
- FVG sebagai Zona Entry: Ketika harga kembali untuk mengisi FVG searah dengan tren, zona tersebut bertindak sebagai area entry berprobabilitas tinggi. Garis tengah CE memberikan level entry yang lebih presisi di dalam celah.
- Inversion FVG: Ketika Bullish FVG gagal dan berubah menjadi Bearish IFVG, perlakukan zona tersebut sebagai resistance pada sentuhan berikutnya. Demikian pula sebaliknya untuk Bullish IFVG yang bertindak sebagai support.
- Balanced Price Range: Zona BPR adalah salah satu area reaksi terkuat dalam metodologi ICT. Ketika harga kembali ke BPR, harapkan reaksi yang signifikan.
- Pemenuhan: Zona yang telah di-fade sudah disentuh di CE. Sentuhan berikutnya memiliki signifikansi lebih rendah daripada reaksi awal.
- Penyetelan Filter: Aktifkan filter ATR untuk fokus hanya pada FVG tingkat displacement. Tingkatkan Min Gap Size pada timeframe lebih rendah untuk menghilangkan noise.
- Kombinasikan dengan Struktur: FVG paling efektif ketika selaras dengan Order Blocks, struktur pasar (BOS/CHoCH), dan level likuiditas. Gunakan FVG timeframe lebih tinggi untuk bias arah dan FVG timeframe lebih rendah untuk penyempurnaan entry.
Keterbatasan
- Deteksi FVG didasarkan pada pola 3-bar klasik pada timeframe saat ini. Ini tidak mendeteksi pengisian timeframe lebih rendah atau penutupan celah sebagian.
- Pemenuhan CE menggunakan sentuhan sumbu (low/high), sementara konversi IFVG membutuhkan penutupan yang dikonfirmasi di luar zona. Perbedaan ini disengaja dan mengikuti metodologi ICT.
- Deteksi BPR hanya menemukan tumpang tindih antara FVG yang baru dibuat dan FVG arah berlawanan yang sudah ada. Ini tidak memindai secara retrospektif semua pasangan FVG historis.
- Filter ATR mengevaluasi body candle tengah terhadap ATR. Ini adalah peningkatan opsional — deteksi default hanya menggunakan pola celah 3-bar.
- Indikator ini mengidentifikasi zona ketidakseimbangan institusional — ini tidak menghasilkan sinyal beli/jual. Kombinasikan dengan Order Blocks, struktur pasar, analisis likuiditas, dan manajemen risiko untuk setup trading yang lengkap.
Tag
#Smart Money#Price Action#Liquidity



